Cari Blog Ini

Kamis, 07 Januari 2010

PUISI

SINGA ITU TELAH TIDUR PULAS

Oleh : Kang Uzen

 

Tiga Puluh Satu Desember

Dunia senyap

Rintik hujan basahi bumi

Degup jantung terhenti

Mata terpejam

Mulut terkatup bisu kaku

Dunia tersentak

Singa itu telah tertidur pulas

Dulu memang mata itu selalu terpejam

Namun Ia punya mata dunia

Dulu mulut itu tak bisu

Ia terbiasa berceloteh

Berkelakar tentang dunia taman kanak-kanak

Membuat Ia sendiri kadang tersengal

Terkadang celoteh dan kelakar itu

Membuat sebagian orang meradang

Menyumpahinya si kontroversial

Walau sebagian orang yang lain

Menanti celoteh itu

Ia hanya ingin melepas sekat dunia

Tak ingin ada atmosfir dilangit

Namun ia sendiri tak mau

Sengat mentari membakar

Jiwa-jiwa yang haus celoteh dan kelakar

Istana ia jadikan taman bermain bagi semua

Ketika taman kota telah dirubah

Menjadi surga makhluk berdasi

Singa tak lagi bersinggasana

Ia tak lagi tinggal di istana

Singgasana dan istana itu ia berikan pada sang betina

Yang haus akan tahta dan permata

Singgasana dan Istana ia bangun sendiri

Dengan kuasa tak terbatas negara

Tempat dimana ia berceloteh dan berkelakar

Bersama santri-santri yang mengaji

Tentang arti demokrasi nisbi

Kini singa telah tertidur pulas

Setelah lelah berceloteh dan berkelakar

Mulut itu bisu dan kaku

Tak lagi bisa katakan

“Gitu aja kok repot”....

                                                        Cirebon, 6 Januari 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar